Ini Bahayanya Terlalu Sering Konsumsi Makanan Olahan

Your Image alt

Makanan olahan adalah jenis makanan yang sudah mengalami suatu proses dan dikemas yang bisa langsung disajikan atau dikonsumsi. Jenis makanan ini saat ini sangat mudah dijumpai, tidak cuma di swalayan besar, toko-toko sembako kecil pun saat ini sudah menjualnya karena memang peminatnya sangat banyak.

Praktis Memang, Tapi Sehatkah?

Makanan yang biasanya dikemas di dalam kotak, kaleng, atau dibekukan ini memang praktis dan tidak memakan waktu lama untuk penyajiannya. Masyarakat saat ini, khususnya yang tinggal di kota besar, tidak punya banyak waktu untuk menyajikan makanan dan dengan makanan olahan inilah semua masalah itu bisa diatasi.

Untuk menyajikannya, sebagian besar makanan olahan cukup dibuka kemasannya, masak sebentar dan makanan sudah siap untuk bisa dimakan. Bahkan ada juga makanan olahan yang sudah bisa langsung dimasak tanpa proses memasak lagi.

Walaupun praktis dan tidak memakan waktu banyak untuk disajikan, makanan jenis ini menurut info kesehatan di situs meetdoctor.com kurang baik untuk kesehatan. Kenapa makanan olahan dibilang kurang sehat? Karena makanan olahan sudah lebih dulu diubah (diproses) dari keadaan alaminya yang lebih sehat.

Karena sudah mengalami proses (diubah) inilah keamanan dan nilai gizi makanan olahan sangat mungkin sudah tidak lagi sama dengan ketika makanan tersebut masih berupa bahan-bahan alami.

Sesekali Boleh, Tapi Jangan Berlebihan

Praktis dan bisa menghemat waktu memang bisa kita dapatkan dengan mengonsumsi makanan olahan. Tapi ingat sesekali saja dan jangan berlebihan. Selain sudah mengalami suatu proses, makanan olahan juga banyak yang mengandung bahan-bahan makanan yang kurang baik untuk kesehatan tubuh.

Apa saja bahan-bahan tambahan yang tidak baik untuk kesehatan yang biasanya ada di dalam makanan olahan?

  1. Pewarna yang berfungsi membuat warna makanan tampak lebih menarik dan segar. Pewarna alami makanan memang ada, tapi sayangnya tidak sedikit produsen makanan olahan yang tidak memakai pewarna yang memang diperuntukkan untuk makanan.
  2. Bahan penstabil. Bahan ini memiliki fungsi membuat makanan olahan, terutama yang berbahan utama daging, tetap terlihat kering dan tidak berair.
  3. Pemutih (penetral). Bahan ini bisa membuat makanan olahan terbebas dari bakteri dan juga memberi aroma.
  4. Pemanis buatan. Demi memotong ongkos produksi cukup banyak produsen makanan olahan yang memakai pemanis buatan, seperti aspartame dan sakarin yang harganya jauh lebih murah dari gula asli.
  5. Penambah rasa. Bahan ini digunakan supaya rasa makanan olahan lebih sedap dan rasanya tetap awet.

Setelah tahu bahan-bahan tambahan yang biasa dipakai di makanan olahan di atas apa kamu masih yakin untuk mengonsumsinya tiap hari? Mulailah dari sekarang mengonsumsi makanan sehat karena mengonsumsi makanan sehat adalah salah satu syarat hidup sehat.

Sumber:
http://bit.ly/2yQQaJX
http://bit.ly/2gFvFFz
http://bit.ly/1bMmZFJ
http://bit.ly/2zQs6Vp

Tekan Rasa Lapar dengan Rutin Olahraga Malam Hari!

Saat ingin menurunkan berat berlebih, menekan rasa lapar seringkali harus kita lakukan. Satu cara yang bisa kita lakukan untuk menekan rasa lapar adalah dengan rutin berolahraga.

Menekan Rasa Lapar dengan Berolahraga?

Bisa, dan sebaiknya olahraga tersebut dilakukan pada malam hari. Kenapa harus malam hari? Karena berdasarkan penelitian yang diterbitkan di dalam Journal Medicine and Science in Sport and Exercise, berolahraga treadmill di malam hari sangat efektif untuk menekan rasa lapar.

Pada penelitian tersebut para peneliti membandingkan kalori yang terbuang dari dalam tubuh melalui olahraga dan melakukan program diet terhadap makanan. Saat membandingkannya, para peneliti sudah mengamati 12 wanita muda dan kondisi tubuhnya sehat.

Dari para wanita muda tersebut, grup pertama yang menjalani program diet sehat untuk mengurangi asupan kalori. Sedangkan grup kedua melakukan olahraga agar kalori yang ada di dalam tubuhnya berkurang.

Hasilnya ditemukan sebuah fakta bahwa mereka yang menjalani program diet sehat dengan membatasi asupan makanan hormon ghrelin (hormon yang memberi sinyal lapar ke tubuh) mengalami peningkatan.

Selain itu dari mereka yang menjalani program diet sehat juga ditemukan bahwa saat disajikan makanan, rata-rata dari mereka mengonsumsi 944 kalori. Sedangkan mereka yang lebih memilih berolahraga ternyata cuma mengonsumsi 660 kalori.

Sebuah studi lain yang informasinya didapat dari situs inspirasibersama.com, juga menemukan hasil yang serupa. Studi tersebut menemukan olahraga bisa meningkatkan hormon adrenalin yang salah satu fungsinya menunda (menghambat rasa lapar). Tapi sayangnya hal ini hanya berlaku sementara karena setelah berolahraga rasa lapar akan kembali.

Manfaat Lain dari Olahraga di Malam Hari

Selain bisa menjadi alternatif menunda rasa lapar untuk menurunkan berat badan, ada beberapa manfaat kesehatan lain dari olahraga di malam hari dan berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Mengurangi stres

Olahraga di malam hari sebelum tidur bisa meningkatkan hormon endorfin (hormon yang bisa membuat kita merasa lebih bahagia dan lebih rileks).

  1. Tidur lebih nyaman

Setelah berolahraga di malam hari, tubuh akan menjadi lebih santai dan rileks dan hal ini otomatis akan membuat tidur kita di malam hari menjadi terasa lebih nyaman.

  1. Beraktivitas lebih tenang

Beraktivitas, baik di kantor atau di rumah, akan menjadi lebih tenang kalau di malam harinya kita berolahraga sebelum tidur. Bayangkan kalau berolahraga di pagi hari, kemungkinan terlambat pergi ke kantor sudah pasti akan menjadi lebih besar.

Bagaimana, banyak sekali kan manfaat kesehatan dari rutin berolahraga di malam hari? Karena itulah biasakan dari sekarang berolahraga sebelum tidur agar kesehatan tubuh terjaga kesehatan dan kebugarannya. Terasa berat memang awalnya, tapi setelah dibiasakan akan terasa ringan dan mudah untuk dilakukan.

Sumber:
http://bit.ly/2gFD5ZN
http://bit.ly/2zGBb2l
http://bit.ly/2zFK3p8
http://bit.ly/2yNiDk2

Lasik, Teknologi Terbaru untuk Memulihkan Kemampuan Penglihatan

Your Image alt

Saat mengalami gangguan kesehatan mata, seperti rabun dekat, rabun jauh, mata silinder dan rabun karena usia, sangat disarankan untuk segera diobati karena kalau tidak bisa membuat fungsi penglihatan kita menurun. Dulu kacamata dan lensa kontak adalah solusinya, tapi saat ini ada solusi terbaru untuk memuliihkan kemampuan penglihatan yang bernama lasik.

Bisa Bebas Kacamata & Lensa Kontak

Prosedur lasik ini semakin hari semakin diminati karena bisa membuat mereka yang harus memakai kacamata karena gangguan kesehatan mata bisa terbebas dari kacamata dan kontak lensa. Benarkah demikian?

Menurut Setiyo Budi Riyanto, dokter spesialis mata dari Jakarta Eye Center, lasik (laser-assisted in-situ keratomileusis) mampu mengubah bentuk lapisan kornea mata agar kelaninan refraksi mata permanen bisa dikoreksi. Jadi memang benar mereka yang mengalami gangguan refraksi bisa terbebas dari lensa kontak maupun kacamata.

Prosedur laser-assisted in-situ keratomileusis ini mampu memperbaiki kelainan refraksi miopia (mata rabun jauh), hipermetropia (rabun dekat), astigmatisme (mata silinder) dan presbiopia (rabun karena usia).

7D Z-Lasik, Teknologi terbaru Prosedur Lasik

Teknologi terbaru dari prosedur lasik (laser-assisted in-situ keratomileusis ) adalah 7D Z-Lasik (7 Dimensions Ziemer-Lasik). Prosedur lasik yang satu ini adalah gabungan dari excimer laser berkecepatan 1.050 hz dengan mesin Ziemer Crystalline 5.000 Khz.

7D Z-Lasik ini konon bisa memperbaiki kelainan mata mulai dari (+)4 sampai minus (-)14 dioptri. Untuk kasus mata silindris, 7D Z-Lasik bisa memperbaiki  -0,5 sampai -5. Dengan teknologi 7D Z-Lasik pembuatan lapisan dan pengikisan kornea hanya dalam waktu beberapa detik sehingga prosedur lasik bisa dilakukan dalam waktu yang singkat, cuma 5 sampai 10 menit saja.

Bahkan untuk mengatasi mata minus menurut Setiyo Budi Riyanto, prosedur 7D Z-Lasik ini cuma butuh 7,8 detik saja. Teknologi 7D Z-Lasik juga bisa mendeteksi 7 dimensi gerakan bola mata ketika prosedur lasik dilakukan. Sebagai informasi, mata ternyata sanggup bergerak 90 mikrometer per milidetik walaupun sudah dibius.

Aman Tapi Tetap Ada Risikonya

Prosedur lasik sampai saat ini disebut sebagai salah satu prosedur operasi mata yang sangat aman karena didukung oleh teknologi yang sangat canggih. Menurut Annette Mariza, seorang dokter spesialis mata, tidak pernah ada lasik yang menyebabkan kebutaan, asalkan dilakukan dengan kaidah yang benar.

Walaupun sangat aman, Annette Mariza tidak menepis ada risiko yang mungkin saja terjadi. Menurutnya, risiko yang terjadi pasca operasi biasanya adalah penglihatan yang masih kurang (undercorrection). Misal, mata kita minus 6 dan pasca operasi ternyata masih ada sisa minus 1 atau

lebih. Nah saat inilah dokter yang menanganinya akan merasa tidak berhasil membuat mata pasiennya kembali normal.

Risiko ini bisa terjadi karena beberapa sebab, yang pertama karena alat perekam profil mata yang tidak akurat atau bisa juga dari pasien itu sendiri. Karena itulah ada beberapa hal yang sebaiknya dipatuhi oleh pasien sebelum prosedur lasik, seperti tidak terlalu lama menatap layar gadget, memakai lensa kontak dan tidak begadang.

Kalau dilanggar maka mata akan lelah saat direkam oleh alat perekam profil mata sehingga bisa memberi data yang kurang akurat kepada dokter yang akan melakukan prosedur lasik.

Sumber:
http://bit.ly/2xoo19A
http://bit.ly/1Jt2S0C
ttp://bit.ly/1V3j8ew
http://bit.ly/2iyXZhj

Mudahnya Memantau Ketersediaan Obat dengan Katalog Elektronik

Your Image alt

Seiring dengan semakin majunya teknologi saat ini sudah sekitar 90 persen daftar obat dalam formularium nasional yang masuk ke dalam katalog elektronik. Hal ini tentu sangat menggembirakan karena pemantauan ketersediaan obat menjadi lebih mudah sekaligus bisa menekan risiko langkanya produk farmasi di negara kita.

806 Obat Sudah Masuk Katalog Elektronik

Menurut Maura Linda Sitanggang, Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dari 900 jenis obat dalam formularium nasional sudah 806 obat yang masuk ke dalam katalog elektronik.

Sistem katalog elektronik ini banyak sekali gunanya dan salah satunya adalah bisa membuat pengadaan obat-obatan menjadi lebih jelas (transparan) sehingga ketersediaannya bisa terus diawasi.

Dalam pelaksanaannya, semua instansi pemerintah sektor kesehatan, mulai dari puskesmas sampai rumah sakit diwajibkan membeli obat melalui katalog yang ada di laman situs LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah).

Sri Aditya Nur Pratama yang merupakan Ketua Kelompok Kerja Katalog Obat Tahun 2016 menjelaskan 118 obat nama dagang dari 41 penyedia dan 203 obat generik dari 29 penyedia sudah dimasukkan ke dalam katalog elektronik tahun ini. Obat-obatan tersebut merupakan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Disesuaikan dengan Kebutuhan Fasilitas Pelayanan di Lapangan

Penyediaan obat JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) disesuaikan dengan kebutuhan obat-obatan fasilitas kesehatan, baik itu puskesmas atau rumah sakit. Tiap fasilitas kesehatan tersebut memberitahu berapa kebutuhan obat-obatan mereka setahun ke depan melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lalu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah menawarkan pada industri obat-obatan (farmasi) untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan yang dibutuhkan oleh fasilitas kesehatan.

Menurut Maura, katalog elektronik akan membuat ketersediaan obat-obatan di negara kita lebih bisa diawasi secara bersama-sama oleh industri farmasi dan juga Kementerian Kesehatan.

Agus Prabowo, Kepala LKPP, menambahkan, sistem katalog elektronik ini akan membuat kerjasama pihak swasta dengan pemerintah menjadi lebih mudah. Karena kerjasamanya lebih mudah maka pengadaan barang dan jasa yang salah satunya obat-obatan menjadi lebih cepat.

Ketersediaan Obat-Obatan Menjadi Lebih Terjamin

Dengan adanya katalog elektronik ini semoga ketersediaan obat-obatan di Indonesia menjadi lebih terjamin. Ketersediaan obat yang terjamin secara langsung akan berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat karena dengan adanya jaminan ketersediaan obat-obatan mereka yang sedang sakit bisa segera mendapat pertolongan tanpa harus menunggu tersedianya obat-obatan.

Selain penggunaan katalog elektronik, perencanaan fasilitas kesehatan dan kemampuan produsen obat memenuhi serta menawarkan obat dengan harga paling kompetitif juga berpengaruh pada ketersediaan obat di negara kita.

Semoga semuanya berjalan lancar dan tidak ada lagi kasus obat-obatan menjadi langka di negara kita tercinta, Indonesia.

Sumber:
http://bit.ly/2z5XRNa
http://bit.ly/2lexpuN
http://bit.ly/2y4H5hv
http://bit.ly/2zFJtaW

Penyakit-Penyakit Orang Kantoran yang Wajib Diwaspadai

Your Image alt

Bekerja di kantoran merupakan impian semua orang. Bagaimana tidak, tawaran gaji yang tinggi, fasilitas yang nyaman, tidak terlalu banyak mengeluarkan tenaga serta status sosial yang cenderung tinggi, akan membuat semua orang berlomba mengejar satu slot posisi ini.

Tapi sayang, dibalik semua kenyamanan yang diberikan, ternyata bekerja sebagai orang kantoran memiliki banyak risiko, terutama terkait masalah kesehatan. Berikut merupakan beberapa penyakit khas orang kantoran yang wajib anda waspadai.

Sick Building Syndrome

Penyakit khas kantoran yang satu ini mungkin masih asing ditelinga anda. Pasalnya, kebanyakan orang tidak menyadari jika mereka sebenarnya tengah mengidap Sick Building Syndrome, yakni penyakit yang ditimbulkan karena kondisi udara buruk dalam ruangan yang tidak steril atau kekurangan ventilasi.

Penyakit ini umumnya menyerang sistem pernafasan atas, mata, paru-paru, dan kulit. Sebagai pencegahan, pastikan ruangan kantor anda punya ventilasi yang cukup dengan kualitas udara yang baik.

Jantung

Inilah penyakit klasik khas orang kantoran. Terlalu banyak duduk ternyata dapat memicu pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan kalsium. Kalau ini terus dibiarkan, maka pembuluh darah tersebut akan tersumbat, hingga akhirnya menyebabkan penyakit jantung.

Solusinya, curi waktu untuk melakukan peregangan di sela jam kerja, rutin berolahraga dan konsumsi makanan sehat. Penting, jauhi rokok dan minuman keras!

Diabetes

Kebanyakan orang kantoran tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga, atau punya cukup waktu tapi malas melakukannya. Alhasil, penumpukan kalori dalam tubuh bisa memicu timbulnya obesitas, yang berperan penting mencetuskan terjadinya penyakit diabetes.

Untuk mencegahnya, sebaiknya lakukan olahraga rutin, minimalnya 30 menit per hari, konsumsi makanan sehat, kurangi asupan gula dan lainnya. Intinya, jalankan gaya hidup sehat!

Sindrom Carpal tunnel

Penyakit ini merupakan kondisi dimana pergelangan tangan yang terasa sakit dan ngilu akibat tekanan yang berulang ketika anda terlalu banyak mengetik. Kondisi ini akan semakin parah jika anda terbiasa mengetik dalam posisi miring atau posisi pergelangan tangan tergantung.

Untuk mengatasinya, sempatkan diri untuk melakukan peregangan, terutama punggung tangan, pergelangan tangan, dan bahu.

Stres

Ketimbang mereka yang bekerja dengan menggunakan otot, orang yang bekerja dengan otak dan lebih lama duduk akan cenderung berisiko terkena stres. Selain itu, tekanan pekerjaan, kemacetan dan gaya hidup yang buruk, akan semakin memperparah kondisi ini.

Solusinya, lakukan olahraga, terutama jogging, aerobik, berenang dan yoga. Jangan lupa untuk menerapkan gaya hidup sehat dan dekatkan diri kepada tuhan.

Selain itu, masih banyak beberapa penyakit khas orang kantoran lainnya, dari mulai sakit kepala, gangguan mata, stroke, obesitas, nyeri punggung, gangguan postur tubuh dan lainnya. So, tetaplah waspada dan terapkan gaya hidup sehat.

Sumber:
http://bit.ly/2xTU3g8
http://bit.ly/2xXQ6ru
http://bit.ly/2wu0yDt

Alasan Ilmiah Kenapa Banyak Pegawai Pria Punya Perut Buncit

Your Image alt

Apakah kalian pernah melihat bagaimana perut para pekerja kantoran? Yup, mereka dikenal dengan perutnya yang buncit, walaupun memang nggak selamanya begitu. Usut punya usut, ternyata ada fakta ilmiah dibalik fenomena perut buncit kebanyakan pekerja kantoran.

Hal ini terungkap lewat sebuah penelitian dari Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, yang diterbitkan juga dalam Jurnal Gizi Pangan edisi Maret 2015, menyatakan jika gaya hidup yang dialami kebanyakan pria kantoran, menjadi penyebab utama mereka mengalami obesitas.

Dari hasil penelitian tersebut, diketahui jika 28 persen pekerja kantoran tergolong obesitas, ternyata lebih dari 47 persennya merupakan seorang perokok aktif, bahkan mereka biasa menghabiskan lebih dari 15 batang rokok per hari.

Uniknya lagi, Fitria Nurjanah, salah satu penulis penelitian, menyatakan jika jumlah rokok tersebut, berbanding lurus dengan lingkar perut. Dengan kata lain, makin banyak pria tersebut merokok, maka akan semakin besar lingkar perutnya.

Alasannya sederhana, kebiasaan merokok ternyata berkorelasi dengan peningkatan akumulasi lemak pusat. Tidak hanya itu, seorang perokok pun cenderung memiliki penurunan nafsu makan karena efek nikotin jangka pendek. Tapi sebaliknya, ketika tidak merokok, nafsu makan mereka justru tidak terkendali.

Uniknya lagi, ternyata dari penelitian tersebut terungkap jika 64 persen laki-laki pekerja kantoran, mereka cenderung malas melakukan aktivitas fisik. Dengan rendahnya kesadaran melakukan aktivitas fisik inilah yang membuat lingkar pinggang mereka semakin melebar.

Alasan lainnya, kebanyakan pria kantoran memiliki pola makan yang nggak baik. Bahkan mereka dinyatakan berpeluang memiliki sembilan dari 12 perilaku makan yang tidak sehat, dari mulai konsumsi junk food, minuman bersoda, makanan tinggi gula dan lainnya.

Fakta lainnya, 71 persen pria kantoran menyukai makan sambil melakukan aktivitas lainnya, contohnya saja menonton televisi, bermain komputer atau bahkan sambil bekerja. Kondisi ini jelas tidak menguntungkan, pasalnya perilaku tersebut diketahui dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

Alasannya, proses makan akan cenderung terganggu karena teralihkan oleh televisi atau aktivitas selingan lainnya. Kondisi ini akan memicu berkurangnya sinyal kenyang, dan cenderung menyebabkan perilaku makan secara berlebihan.

Bagaimana, sekarang sudah tahu kan alasan kenapa mereka para pekerja kantoran cenderung punya perut yang buncit? So, segera lakukan upaya pencegahan dengan memperbaiki pola makan dan lakukan aktivitas fisik agar masalah perut buncit nggak bisa teratasi.

Sumber:
http://bit.ly/2aophiF
http://bit.ly/1tXukgq
http://bit.ly/2aLGDcK

Stres di Kantor Bisa Sebabkan Gangguan-Gangguan Kesehatan Ini

Your Image alt

Stres memang kondisi emosional, tapi ternyata stres juga bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Cukup banyak penyakit yang disebabkan oleh stres. Apa saja gangguan kesehatan akibat stres yang berkepanjangan? Berikut adalah beberapa di antaranya.

Sakit Kepala Berulang

Kalau sebelumnya kamu jarang sakit kepala tapi belakangan kepala sering terasa berat dan nyeri mungkin saja rasa yang tidak nyaman itu disebabkan oleh stres. Hormon stres bisa membuat saraf dan pembuluh darah otak berubah dan hal ini bisa picu rasa sakit kepala. Saat stres, otot tubuh juga bisa jadi lebih tegang dan hal ini juga bisa picu rasa sakit kepala.

Masalah Pencernaan

Stres juga bisa membuat fungsi saluran cerna tubuh kita terganggu. Stres membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam lambung yang bisa mengakibatkan rasa panas di dada atau dikenal juga dengan heart burn.

Menurut dokter penyakit dalam dari Mayo Clinic, Deborah Rhodes, rasa panas di dada ini juga bisa disebabkan oleh proses pengosongan makanan pada lambung yang melambat sehingga terjadilah kembung atau meningkatnya kontraksi usus besar yang bisa mengakibatkan diare.

Lebih Mudah Terkena Flu

Stres bisa menurunkan sistem imun sehingga bisa menyebabkan kita menjadi gampang terkena penyakit seperti flu. Sebuah penelitian yang infonya didapat dari laman situs health.kompas.com menunjukkan bahwa mereka yang stres bisa dua kali lebih besar kemungkinannya mengalami flu kalau dibandingkan dengan mereka yang tidak terkena stres.

Berat Badan Fluktuasi (Naik Turun)

Menurut seorang dokter umum, Shanna Levine, stres akan memicu lepasnya hormon kortisol yang bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam memproduksi gula darah dan merubah cara metabolisme protein, lemak dan karbohidrat yang bisa mengakibatkan berat tubuh naik atau turun.

Stres juga bisa membuat kita menjalani pola makan yang kurang sehat, seperti terlalu banyak atau bisa juga malah kehilangan nafsu makan.

Gatal dan Muncul Ruam Merah Pada Kulit

Kulit mendadak dipenuhi oleh ruam merah dan rasa gatal? Penyebabnya tidak selalu alergi karena stres juga bisa menjadi salah satu faktor pemicunya. Saat stres yang berlebihan sistem imun tubuh bisa tergangggu dan di saat itulah tubuh akan mulai melepas histamin.

Saat stres tidak juga mereda, kita bisa mengalami reaksi alergi dengan gejala yang biasanya kita rasakan pada kulit. Ketika daya tahan tubuh melemah karena stres, kulit jadi mudah sekali terkena iritasi oleh hal yang sebelumnya tidak membuat sensitif, seperti udara panas/dingin, sabun, deterjen atau lotion.

Melihat dampak negatif dari stres di atas yang bisa mengganggu kesehatan kita mulailah dari sekarang berusaha menyingkirkan stres, baik itu karena pekerjaan atau sebab lainnya. Jalani hidup dengan selalu berpikir positif dan menjalani gaya hidup sehat adalah cara paling efektif untuk mencegah stres.

Sumber:
http://bit.ly/2haSYYT
http://bit.ly/2i5ezS0
http://bit.ly/2xnLZla
http://bit.ly/22v18uB

Kerja Terlalu Lama Duduk Bahayakan Jantung

Your Image alt

Duduk didepan layar komputer merupakan aktivitas harian yang sulit dihindarkan. Bagaimana tidak, tuntutan pekerjaan akan menuntut anda untuk tetap fokus dan tidak beranjak dari tempat duduk. Minimalnya, anda harus duduk di depan komputer salam 8 Jam sehari.

Sepintas memang terlihat nyaman karena anda tidak perlu berjuang berjibaku dengan keringat dan debu untuk mendapatkan uang. Tapi dibalik itu, ternyata ada ancaman bahaya yang siap menerkam. Yup, dia adalah penyakit jantung. Penyakit khas orang kantoran!

Kenapa bisa seperti itu?

Seperti dilansir dalam Fox News, terlalu lama duduk dapat memicu pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan kalsium. Jika terus dibiarkan, lama kelamaan pembuluh darah tersebut akan tersumbat. Hal inilah yang menyebabkan anda berisiko lebih besar terserang penyakit jantung atau stroke.

Dalam sebuah penelitian, diterangkan jika tambahan setiap satu jam waktu duduk, berkaitan erat dengan peningkatan penumpukan kalsium di pembuluh darah koroner hingga 12 persen. Nah, penumpukan kalsium inilah yang menjadi gejala awal terjadinya penyakit jantung.

Penelitian yang melibatkan sebanyak lebih dari 2000 orang dengan usia rata- di atas 50 tahun. Selain itu, para peserta pun diukur aktivitas fisiknya dengan menggunakan alat pelacak khusus, dan tingkat kalsium dalam jantung mereka pun dipindai secara berkala.

Hasilnya, para peserta penelitian yang paling sedikit bergerak dan cenderung berusia lebih tua, lebih berisiko menderita penyakit diabetes, hipertensi dan cenderung mengalami kegemukan. Selain itu, mereka pun cenderung terserang penyakit jantung koroner.

Dalam pembahasan lainnya terkait bahaya duduk terlalu lama, Andrea Lacroix, PhD, selaku direktur Women Health Center of Excellence di Universitas California, menyatakan jika duduk terlalu lama berkaitan erat dengan masalah kardiovaskular.

Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine, menyatakan jika wanita yang berusia lanjut, dan hanya melakukan aktivitas duduk selama 11 Jam per hari, memiliki kecenderungan meninggal dunia dalam waktu sekitar 12 tahun.

Lantas, bagaimana agar kita tidak tergoda untuk duduk dalam waktu yang lama?

Menghindari aktivitas duduk memang sulit dilakukan, terutama untuk mereka yang sehari-hari bekerja di kantoran atau mereka yang berusia lanjut. Walaupun begitu, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi frekuensi duduk kita, yakni :

  • Mencuri-curi waktu dengan mengambil air atau melakukan peregangan di sela jam kerja
  • Membatasi penggunaan gadget, terutama untuk anda yang hobi bermain games dan berselancar di dunia maya.
  • Menyadari bahaya duduk, dan fokus kepada peningkatan kualitas hidup.
  • Rutin berolahraga, minimal 30 menit per hari.

Dengan pembahasan diatas, semoga anda bisa segera menyadari potensi bahaya dari terlalu banyak duduk. Selamat mencoba!

Sumber :
http://bit.ly/2ykyiI6
http://bit.ly/2g61kQX
http://bit.ly/2hLmDLm

Konsumsi Camilan Sehat Ini Saat Bekerja di Kantor

Banyak yang mengaitkan kebiasaan ngemil dengan kegemukan. Bahkan ketika menjalankan program diet, menjauhi makanan ringan merupakan salah satu syarat sukses dalam diet. Tapi ingat, nggak selamanya mengonsumsi camilan itu berkaitan dengan kegemukan lho!

Buktinya, banyak pakar kesehatan yang justru merekomendasikan anda untuk mengonsumsi camilan sehat ketika bekerja di kantor. Selain untuk menjaga pikiran tetap fokus, camilan pun efektif untuk menunda lapar, dan mencegah anda makan berlebih di jam makan siang.

Seperti disebutkan diatas. Camilannya harus masuk dalam daftar camilan sehat, Ok! Berikut merupakan daftar camilan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi para pekerja kantoran.

String cheese

String cheese merupakan keju organik yang menawarkan kandungan protein yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, keju lezat ini pun mengandung sedikit lemak dan hanya memiliki 80 kalori untuk tubuh. Jadi aman dikonsumsi dan nggak akan bikin tubuh kegemukan.

Telur rebus

Selain mudah disajikan, telur rebus pun merupakan menu terbaik untuk menjaga perut tetap kenyang, dan otak tetap tajam. Dalam satu butir telur rebus berukuran sedang, terkandung sekitar 70 kalori, lengkap dengan kandungan nutrisi lainnya, termasuk protein, dan omega 3.

Apel dengan selai kacang

Selain akan memanjakan lidah anda, perpaduan antara apel dan selai kacang memberikan sejumlah manfaat yang nggak disangka-sangka, salah satunya mampu menjaga bobot tubuh tetap ideal. Didalamnya, terkandung serat, lemak sehat, protein, vitamin dan berbagai nutrisi penting lainnya.

Kacang almond

Sering disebut sebagai rajanya kacang, dalam satu ons kacang almond, terkandung 184 kalori. Tidak hanya itu, kacang almond pun mengandung asam lemak omega 9, protein, vitamin dan sejumlah mineral penting lainnya. Cukup lezat untuk jadi camilan dikala mengejar deadline.

Ubi panggang dan tuna

Ini beneran lho! cara penyajiannya cukup sederhana, pertama panggang ubi, kemudian lumuri dengan ikan tuna. Agar lebih praktis, anda bisa menggunakan ikan tuna dalam kemasan. Selain mendatangkan rasa gurih yang khas, camilan ini pun efektif untuk menyenangkan perut, tanpa harus takut menjadi gemuk.

Alpukat

Dalam setiap menu diet, alpukat selalu dimasukkan dalam daftar camilan sehat. Pasalnya, buah yang berdaging lembut ini memiliki serat yang sangat tinggi, lemak baik, dan berbagai nutrisi penting lainnya. Dengan konsumsi alpukat, anda akan merasa kenyang lebih lama.

Nah, itulah beberapa makanan yang recommended banget untuk disajikan sambil bekerja. Kalau anda bagaimana? Camilan apa sih yang biasanya setia menemani anda di meja kerja?

Sumber:
http://bit.ly/2as9NLJ
http://bit.ly/2aoq2ID
http://bit.ly/2aJtxLH

Jangan Lupa Minum Saat Bekerja di Ruangan Ber-AC

Bukan perkara haus atau dehidrasi saja, mencukupi kebutuhan minum pun berhubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Fungsi air sendiri sama seperti oli dalam kendaraan, dimana dia akan jadi pelumas sekaligus penyeimbang suhu dalam tubuh.

Tapi bagaimana kalau kita bekerja di ruangan ber-AC. Bukankah suhu ruangan sudah dingin?

Inilah kenyataan yang sering terjadi dikalangan kaum kantoran. Entah karena pekerjaan yang terlalu menumpuk, atau karena tidak merasa haus, mereka cenderung malas untuk beranjak dari tempat duduk hanya untuk mengambil segelas air.

Padahal bekerja di ruangan ber-AC yang udaranya sejuk saja, tubuh kita tetap mengeluarkan cairan, baik itu lewat urine atau bisa lewat nafas. Selain itu, kondisi ruangan yang cenderung dingin pun akan menyebabkan kulit anda lebih cepat kering dan kusam.

Disinilah anda benar-benar membutuhkan air putih, dimana air akan membantu suhu tubuh tetap stabil, dan kebutuhan cairan harian tubuh pun akan terpenuhi. Degan demikian, anda akan terhindar dari masalah kesehatan yang disebabkan karena kekurangan cairan.

Maya Setyawati, dokter spesialis okupasi, menyatakan jika pekerja kantoran masih menerapkan pola akan minum kalau haus, maka siap-siap saja anda akan mengalami dehidrasi, atau yang lebih parahnya lagi kerusakan organ karena kekurangan cairan.

Pasalnya, minum air putih itu bukan perkara haus atau tidak, tapi merupakan kebutuhan. jadi haus ataupun tidak, anda tetap butuh air putih. Bagi pekerja kantoran yang beraktivitas diruangan ber-AC, sebaiknya konsumsi air putih sebanyak 2.5 Liter per hari.

Perinciannya, 2 liter bisa anda dapatkan dari konsumsi air putih, sedangkan sisanya bisa anda penuhi dari sumber makanan yang kaya akan air, seperti buah-buahan, sup, atau makanan lainnya yang mengandung cairan.

Selain memperhatikan jumlahnya, dokter Maya pun menyarankan anda agar mendistribusikan kebutuhan cairan tersebut secara merata. Misalnya, jika anda beraktivitas selama 16 Jam per hari, maka konsumsi air putih minimalnya satu gelas per dua jam, atau setengah gelas per satu jam.

Dengan terpenuhinya pasokan cairan tubuh, selain anda akan terhindar dari dehidrasi dan risiko kerusakan organ,menjaga berat badan agar tetap seimbang, mengurangi keinginan untuk menyantap camilan, sekaligus efektif menjaga anda tetap fokus.

Bagaimana agar tidak lupa minum saat bekerja?

Cukup mudah, kalau ruangan kerja anda hanya menyediakan air di pantry saja, anda bisa membawa gelas sendiri yang berukuran besar. Kemudian letakkan gelas itu di depan meja kerja supaya bisa terus ingat untuk minum. Itu pun kalau peraturan kantor memperbolehkannya.

Kalau tidak, mau tidak mau anda harus terus ingat kapan waktunya minum. Kalau perlu, gunakan alarm agar waktu minum tidak terlewat.

Sumber:
http://bit.ly/2xP88d5
http://bit.ly/2xbyGIK
http://bit.ly/2kio8Bl