Unduh 5 Aplikasi Ini untuk Mengurangi Stres

Pengembangan aplikasi di smartphone sudah semakin dalam menyelami kehidupan manusia. Semua kebutuhan ada aplikasi yang bisa digunakan secara tepat dan singkat. Bukan hanya kebutuhan utama, seperti pengiriman makanan, barang atau transportasi saja, aplikasi smartphone sudah merambah kebutuhan manusia akan relaksasi melalui game dan aplikasi sejenisnya.

Pengembang aplikasi sudah memprediksi bahwa semakin dunia tidak berjarak, maka tuntutan pekerjaan pun makin banyak. Seiring dengan itu, berbagai rasa stress dan sepi akan menjangkiti setiap individu . Nah, aplikasi penghilang stress pun bermunculan di android. Aplikasi ini bisa mengendalikan rasa stress dan perasaan tidak nyaman sehingga anda akan kembali fokus ke pekerjaan. Anda bisa langsung mencoba untuk mengunduh aplikasi untuk singkirkan stres berikut dan membuktikan manfaatnya.

– MindMeister

Untuk anda pengguna android, silahkan cari MindMeister di playstore. Inti dari aplikasi ini yaitu memindahkan pikiran anda ke ponsel pintar sehingga bisa terlihat di bagian otak mana yang terlihat bermasalah. Aplikasi ini menawarkan solusi pada masalah anda secara logika sehingga stress dan masalah akan terpecahkan.

– Breathe2Relax

Seperti nama dari aplikasi ini, tujuannya yaitu membuat napas menjadi teratur dan membuat pernapasan anda teratur. Anda pun akan semakin tenang karena tehnik bernapas akan diaplikasikan dalam aplikasi ini. Manusia membutuhkan beberapa pola pernapasan hingga akhirnya otak menjadi terpola dalam menerima oksigen sehingga pikiran menjadi relaks dan bebas dari rasa cemas.

– White Noise LIte

Sering tiba-tiba otak menjadi blank atau tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan? Itu tandanya anda kurang fokus. Aplikasi White Noize Lite bisa membantu untuk kembalikan konsentrasi anda. Efek positifnya yaitu membuat anda yang insomnia untuk kembali tertidur dan kembali segar di pagi hari.

– Calm

Orang yang biasa bekerja di keramaian terkadang sulit untuk beristirahat karena selalu terngiang kebisingan. Calm menciptakan irama merelakskan sehingga anda akan terlupa dari segala suara yang anda dengar selama bekerja.

– Marine Aquarium

Biru dikenal sebagai warna terapi karena akan menciptakan ketenangan. Bayangkan anda melihat ikan-ikan berenang di aquarium biru, pasti akan membuat ketenangan dalam pikiran anda. Selalu memandang layar komputer membuat jenuh, oleh karena itu Marine Aquarium dibuat untuk menjauhkan anda dari kebosanan. Untuk para pengguna android, aplikasi ini belum tersedia karena hanya tersedia di iTunes.

– The Diaries

Bingung mencari teman untuk diajak bicara? Jangan khawatir karena The Diaries akan menjadi teman curhat anda. Semua permasalahan dan uneg-uneg yang tidak disampaikan akan menimbulkan depresi. Tuliskan pula hal-hal positif sehingga anda terstimulasi untuk selalu optimis dan berpikiran positif.

Walaupun aplikasi sudah tersedia di smartphone anda, tetaplah berinteraksi dengan dunia nyata. Buatlah pertemanan, tersenyum, tertawa dan bersenang-senanglah dengan teman-teman anda.

Sumber:
http://bit.ly/2cvKDgp
http://bit.ly/2cqwr9Y
http://bit.ly/2djiA2p
http://bit.ly/2d1ZfVy

Jatuh Sakit Usai Deadline Pekerjaan? Mungkin Ini Penyebabya

Your Image alt

Deadline pekerjaan menjadi momok tersendiri bagi pekerja. Mereka diharuskan untuk menyelesaikan pekerjaan bertumpuk dan waktu yang sempit. Atau para siswa yang stress menghadapi ujian akhir. Akan tetapi sesudah deadline atau hari-hari menegangkan itu lewat dan merencanakan liburan, tiba-tiba anda sakit. Kecewa? Pasti. Nah, kenapa anda bisa jatuh sakit? Begini analisanya.

Ternyata keadaan ini ada terminologinya. Moment ini disebut “let-down” yaitu keadaan badan yang terasa lelah, akibatnya daya tahan tubuh menurun diiringi dengan berbagai virus menyerang. Badan lemah dan akhirnya jatuh sakit. Nah ketika masa stress, bisa jadi imun semakin kuat karena dorongan dari otak yang memaksa tubuh bekerja keras. Justru saat pekerjaan itu selesai, tubuh merasa tidak harus lagi menahan untuk tidak sakit, menurut peneliti dari University if California-Los Angeles.

Stress tersebut bisa jadi mengakibatkan berbagai penyakit menyerang. Yang paling sering adalah sakit lambung. Stress memicu asam lambung untuk naik. Oleh karena itu justru asam lambung tersebut akan terjadi setelah stress usai atau selesai. Efek let down tidak akan langsung dirasakan tetapi bisa terjadi selang 1 sampai 2 hari pasca deadline usai. Jika anda stress di hari rabu bisa jadi ketika weekend, anda baru merasa sakit lambung.

Peneliti dari Albert Einstein College of Medicine membuat jurnal penelitian di tahun 2014. Mereka meneliti beberapa penyebab mengenai sakit kepala yang timbul pada jurnal tersebut. Hasil ternyata menunjukkan migrain terjadi dalam rentang waktu 18 jam setelah mereka merasakan kepenatan kerja dan lalu lintas. Bukan hanya kambuhnya tukak lambung, melainkan menyerang juga bagian pencernaan dan iritasi kulit seperti ruam, gatal maupun bentol kemerahan. Semua itu akan muncul setelah kondisi tidak sedang stres.

Prosesnya lumayan memakan waktu karena tubuh yang merasakan stress akan memproduksi beberapa hormon seperti adrenalin, katekolamin dan glukokortikoid. Hormon-hormon ini dilepaskan oleh tubuh untuk bersiap saat terjadi virus atau bakteri dalam tubuh. Salah satu hormon yang dilepaskan bisa menyebabkan efek negatif yang menimbulkan radang, sakit tenggoroka, demam dan kelelalahan.

Ketika kamu sedang merasa stress, yang dibutuhkan yaitu pengalihan dari stress kamu. Untuk singkirkan stres, mulailah bergabung pada komunitas olahraga favorit, tentu saja yang bisa membuat anda relaks dan tenang. Perlu juga makan makanan dengan nutrisi seimbang. Perkaya serat karena itu bagaikan benteng untuk tubuh anda. Jangan lupa untuk selalu tidur. Walaupun tenggat waktu pekerjaan anda sudah dekat, sempatkan 4 sampai 7 jam untuk tidur. Tidur mengembalikan syaraf-syaraf dan meregenerasi kulit. Jangan lupa untuk kehidupan sosialmu. Buatlah janji dengan teman-temanmu hanya sekedar minum kopi di cafe dekat kantor pun sudah cukup menghilangkan rasa penat anda.

Sumber:

http://bit.ly/2dlGY6b
http://bit.ly/2djhW55
http://bit.ly/2d1Xgkk
http://bit.ly/2d3slCp

Khawatirkan Pekerjaannya, Banyak Pegawai yang Kehilangan Waktu Tidur

Seiring dengan perkembangan dunia industri yang semakin pesat, para pegawai terus digenjot untuk meraih target tertentu. Bahkan persaingan di dunia kerja pun semakin sengit. Belum tentu yang berpendidikan tinggi mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang mereka. Untuk bertaruh di dunia kerja,seseorang harus punya skill dan kemampuan sosialisasi yang baik serta adapatasi. Sangat tidak mungkin untuk hanya mengandalkan ilmu pengetahuan saja.

Oleh sebab itu banyak orang terus berkutat dengan pekerjaan menumpuk,deadline padat serta waktu relatif sempit untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Sepanjang minggu mereka akan melalui hal tersebut. Akibatnya para pekerja tersebut tidak punya waktu untuk diri sendiri. Mereka membawa pekerjaan ke rumah serta waktu tidur pun akan tersita hanya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Menurut penelitian yang diadakan oleh CareerBuilder, sejumlah 3.200 karyawan, hanya sekitar 10 persen yang mengatakan mereka tidak terganggu waktu tidurnya oleh pekerjaan sementara 90% lainnya mengatakan waktu mereka tersita memikirkan pekerjaan yang tidak selesai saat jam kerja. Akibatnya stres melanda serta hubungan dengan keluarga menjadi tidak harmonis dan rawan konflik.

Stress karyawan juga sudah terbukti meningkat sebanyak 28 % menurut survey selama tiga tahun yang diadakan oleh provider asuransi kesehatan Workplace Options. Survey tersebut memaparkan bahwa pekerjaan merupakan penyebab stress pekerja dan teknologi juga berkontribusi pada stress karyawan juga. Karyawan menjadi lebih sering bekerja. Pola kerja yang tadinya hanya 8 jam per hari berubah menjadi 24 jam non stop. Tentunya rendahnya income serta krisis ekonomi ikut berpengaruh.

Krisis ekonomi berpengaruh pada kemampuan perusahaan membayar karyawan. Karena melakukan efisiensi, maka beberapa posisi ditempati oleh satu karyawan karena keuangan perusahaan yang tidak memungkinkan. Akibatnya beban pekerjaan bertambah 2-3 kali lipat. Sayangnya, walaupun melakukan perkerjaan lebih berat, karyawan tidak mendapat kompensasi seimbang. Mereka diharuskan untuk bertanggung jawab pada banyak hal sehingga kesalahan yang terjadi menjadi semakin sering dan menimbulkan frustasi tersendiri.

Lalu apakah solusi untuk pekerja dengan deadline dan daftar panjang pekerjaan? Solusi nya yaitu menyediakan waktu untuk diri sendiri dengan hobi kesukaan. Caranya? Matikan gadget anda. Ketika gadget selalu menyala maka anda akan selalu mengingat pekerjaan terus menerus. Usahakan gadget anda mati saat makan siang untuk sekedar bersosialisasi dan mengobrol tentang hal-hal santai dengan teman kerja. Sebelum pulang, sempatkan juga untuk mendengarkan musik favorit atau membaca novel kesukaan. Dengan begitu, anda akan teralihkan dari penatnya pekerjaan.

Olahraga pun bisa menjadi salah satu alternatif pelepas stress. Seharian duduk di depan layar komputer bisa membuat kolesterol dan lemak menumpuk, otot pun tidak terlatih untuk bergerak. Akhirnya, skala prioritas lah yang menentukan. Ingin bekerja terus tanpa kenal waktu dengan konsekwensi kurang tidur dan kesehatan terganggu atau bekerja sesuai porsinya.

Sumber:
http://bit.ly/2cT0OF1
http://bit.ly/2cNd1xv
http://bit.ly/1N785bv
http://bit.ly/2cJ61hR

Tips Mudah Atasi Nyeri Sendi

Your Image alt

Selama ini, nyeri sendi sangat identik dengan penyakit lansia. Tapi faktanya, nyeri sendi bisa menyerang siapa saja, termasuk anda yang masih berusia muda. Kondisi ini umumnya ditandai dengan rasa nyeri yang terasa diantara bagian penyambung tulang, contohnya sikut atau lutut.

Apa sih penyebab nyeri sendi?

Mengenai penyebabnya sendiri, banyak hal yang bisa membuat sendi terasa sakit. Secara garis besar, penyebab nyeri sendi ini dikelompokan dalam dua bagian, yakni nyeri di satu bagian sendi dan nyeri di beberapa bagian sendi.

Mengenai nyeri sendi di satu bagian sendiri, biasanya disebabkan karena chondromalacia patellae atau kondisi rusaknya tulang rawan di belakang tempurung lutut. Selain itu, nyeri sendi ini pun bisa disebabkan karena Haemarthrosis atau pendarahan dalam ruang sendi, asam urat, dan lainnya.

Sedangkan untuk penyebab terjadinya nyeri sendi di beberapa bagian sendi, umumnya disebabkan karena Osteoarthritis, Psoriatic arthritis, Rheumatoid arthritis, dan lainnya. Untuk kondisi ini, biasanya penanagananya wajib melibatkan dokter.

Bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengatasi nyeri sendi, harus dilihat dari tingkat keparahannya. Untuk yang sudah akut, terkadang obat-obatan bisa jadi solusi utama. Sedangkan untuk nyeri sendi yang masih dalam tahap ringan, ada beberapa cara sederhana untuk mengatasinya, yakni dengan cara:

Kompres air dingin

Nyeri sendi dalam tingkatan yang ringan bisa diatasi dengan hanya mengompres bagian yang nyeri dengan air dingin. Caranya, ambil handuk tipis, kemudian letakkan beberapa es batu di dalamnya. Setelah itu anda bisa mengompreskan handuk tersebut di area yang terasa sakit.

Berendam air garam

Nyeri sendi bisa disebabkan karena banyak hal, termasuk ketegangan otot dan lainnya. Nah, untuk mengendukan otot-otot yang tegang tersebut, anda bisa mengatasinya dengan cara berendam di air garam. Tapi ingat, sangat disarankan anda menggunakan garam mandi.

Kompres air panas

Tenryata nyeri sendi pun bisa diatasi dengan kompres air panas. Sama seperti penggunaan air dingin, caranya adalah dengan merendam handuk tipis dalam air hangat, kemudian perah dan tempelkan dibagian tubuh yang terasa nyeri. Alternatif lainnya, anda bisa juga dengan menggunakan kantung kompres.

Sebagai catatan, agar rasa sakit tidak bertambah parah, sebaiknya anda beristirahat dan hindari aktivitas fisik atau gerakan-gerakan yang melibatkan persendian. Selain itu, kalau rasa sakitnya nggak kunjung sembuh, sebaiknya segera hubungi dokter untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan ini. Selamat mencoba!

Sumber :
http://bit.ly/2aO261u
http://bit.ly/2aUu25t
http://bit.ly/2b82ABy

Sariawan Tak Sembuh-Sembuh? Waspadai Kanker Lidah!

Your Image alt

Selama ini banyak yang menyepelekan sariawan. Ketika sariawan datang menyerang, tinggal konsumsi saja air putih yang banyak, buah-buahan dan kalau ingin lebih cepat, konsumsi suplemen vitamin C. Dalam hitungan hari, sariawan pun akan musnah seketika.

Tapi bagaimana kalau ternyata si sariawan ini nggak sembuh-sembuh?

Well, ternyata sariawan itu nggak sesederhana yang kita pikirkan. Justru sebaliknya, kalau masalah kesehatan ini nggak kunjung sembuh, dan malah cenderung memburuk, sebaiknya waspadalah terhadap serangan kanker lidah. Apalagi kalau sariawan ini sudah berjalan lebih dari satu Minggu.

Menurut dr Marlinda Adham SpTHT-KL(K) PhD, selaku ahli Kanker Leher Kepala, menyatakan jika sariawan yang tak kunjung sembuh, bahkan setelah lebih dari satu atau dua minggu, sebaiknya jangan dianggap enteng. Pasalnya, ini merupakan salah satu gejala kanker lidah.

Makanya kalau kondisi ini mulai terjadi, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan. Pasalnya, kanker lidah sendiri cenderung bisa disembuhkan dengan cepat, asalkan bisa diketahui sedini mungkin. Kalau sudah terlambat, sama saja dengan penyakit kanker lainnya. Cenderung mengganas dan berbahaya.

Apa sih penyebab timbulnya kanker lidah?

Untuk penyebab secara pasti, hingga kini belum bisa diketahui. Hanya saja, banyak pakar yang berpendapat jika kanker lidah bisa terjadi karena fator gaya hidup yang nggak baik, seperti merokok, nginang atau mengunyah tembakau, mengonsumsi minuman beralkohol dan lainnya.

Selain itu, penelitian terbaru pun sempat menyebut jika serangan virus HPV atau Human Papilloma Virus, yang selama ini dikenal sebagai biang kerok utama penyebab kanker serviks pada wanita, ternyata berpotensi juga menyebabkan kanker lidah.

Bagaimana cara mengatasi kanker lidah?

Seperti dijelaskan diatas, sebenarnya kanker lidah bisa diatasi, dengan catatan anda tangkas dan nggak membiarkan sel kanker terus menjalar. Dalam kondisi ringan, biasanya dokter hanya akan memberikan terapi obat-obatan khusus penghambat pertumbuhan sel kanker.

Tapi jika sudah dalam status tingkat lanjut, terkadang terapi bedah sangat dibutuhkan. Biasanya, bedah disini berupa operasi pengangkatan tumor lidah dan jaringan yang berada di dekatnya. Bahkan jika dibutuhkan, kelenjar getah bening yang berada didekatnya akan ikut diangkat.

Selain itu, anda pun bisa menjalani terapi radiasi. Biasanya, terapi ini dilakukan ketika kanker sudah meluas hingga posisi pangkal lidah bagian belakang. Sedangkan jalan terkahir, anda bisa melakukan kemoterapi. Jadi sebelum terlambat, segera periksakan diri ke dokter ketika sariawan nggak kunjung sembuh.

Sumber :
http://bit.ly/2aIrzaM
http://bit.ly/2aYfVJy
http://bit.ly/2b6xeIO
http://bit.ly/2aLMgCh

Nonton TV 5 Jam atau Lebih Tiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Belakangan ini nonton TV jadi salah satu ativitas favorit untuk membunuh kebosanan. Saking asyiknya, banyak orang yang nggak sadar telah duduk selama berjam-jam di depan layar kaca. Bahkan ternyata ada yang sampai rela menghabiskan setengah harinya untuk nonton TV.
Apakah aktivitas ini nggak berbahaya?

Jika ditinjau dari kacamata medis, jelas ativitas ini sangat berbahaya dan bisa menimbulkan beberapa gangguan kesehatan. Bagaimanapun juga, kurangnya aktivitas fisik bisa menyebabkan seseorang terkena obesitas. Alhasil, makin lama anda menghabiskan waktu di depan TV, makin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung, stroke dan hipertensi.

Tidak hanya itu, banyak orang menonton TV sambil melahap camilan, minuman bersoda atau makanan nggak sehat lagi. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan jika orang yang makan sambil nonton TV, cenderung melahap makanan tidak sehat dalam jumlah besar.

Yang lebih parahnya lagi, seperti dlansir dalam live science, sebuah penelitian terbaru di Jepang, menyatakan jika kebiasaan menonton TV selama 5 jam per hari, dapat meningkatkan risiko kematian akibat penggumpalan darah di paru-paru.
Penelitian y

ang dilakukan secara berkesinambungan oleh Collaborative Cohort Study Jepang ini menyatakan jika risiko kematian ini melonjak 2,5 kali lipat ketimbang mereka yang hanya menghabiskan waktu menonton TV kurang dari 2,5 jam per hari.

FYI, masalah penggumpalan darah sendiri dikenal dengan sembutan emboli paru, dimana kondisi ini terjadi karena adanya gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah yang lebih kecil, bisa hingga akhirnya menimbulkan gagal jantung.

Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 86000 orang dewasa di Jepang, dimana teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan mendata berapa lama para peserta menonton TV, kemudian membandingkan dengan indeks massa tubuh, catatan aktivitas fisik, riwayat kesehatan, dan kebiasaan merokok.

Setelah 19 tahun, 59 orang para peserta penelitian dikabaran meninggal karena emboli paru, dan yang lainnya berisiko terkena gangguan kesehatan ini dalam waktu dekat. Hasil penelitian ini pun emudian dipublikasikan dalam jurnal Circulation.

Dalam keterangannya, dokter Toru Shirakawa, peneliti kesehatan masyarakat dari Osaka University Graduate School of Medicine, menyarankan anda untuk lepas dari Televisi sekarang juga, atau minimalnya mengurangi waktu untuk menonton dan menggantinya dengan aktivitas fisik.

Alternatif lainnya, kalau anda masih tetap ingin nonton TV, sebaiknya lakukan sambil berjalan diatas treadmil. Nah bagaimana dengan anda? Dalam satu hari, berapa lama sih waktu yang anda habiskan untuk menonton TV?

Sumber :
http://bit.ly/2b2EqYe
http://bit.ly/2bmDsET
http://bit.ly/2aLohn8
http://bit.ly/2aPt49Y

Ini Penyakit yang Mengancam Para Astronot Setiba Mereka di Muka Bumi

Your Image alt

Beberapa dari anda mungkin pernah ada yang bercita-cita ingin jadi astronot. Siapa tidak tergiur, jadi astronot itu menyenangkan. Pasalnya, anda bisa menjelajahi luar angkasa, dan bisa melihat bumi dari planet lainnya. Tentu saja pengalaman menakjubkan ini sulit dirasakan orang biasa.

Tapi apakah anda tahu ada bahaya yang mengintai setelah para astronot tersebut turun ke bumi lagi?

Seperti dilansir dalam laman Independent, ketika menginjakan kakinya kembali di bumi, para astronot ini justru diintai oleh bahaya berupa gangguan kesehatan yang cukup mengerikan, bahkan berpotensi merenggut nyawanya. Apakah itu? Apakah akan jadi superhero seperti Fantastic 4?

Tentu saja bukan. Dalam penelitian terbaru yang dimuat dalam Jurnal Scientific Reports, menyatakan jika 3 dari 7 astronot Apollo, dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stoke.

Risiko ini utamanya disebabkan arena paparan sinar radiasi ruang angkasa yang berpotensi besar merusak sistem kardiovaskular tubuh. Menurut penelitian tersebut, astronot yang terbang lebih tinggi dari orbit bumi, berisiko 4-5 kali lebih tinggi ketimbang astronot yang terbang di orbit yang lebih rendah dari bumi.

Dengan kata lain, Profesor Michael Delp, peneliti dari Florida State University, menyatakan semakin tinggi anda terbang dan meninggalan orbit bumi, maka akan semakin besar pula peluang anda untuk menderita masalah kardiovaskular.

Bahkan untuk melengapi penelitian kaitan kematian kardiovaskular akibat perjalanan ke ruang angkasa, para ilmuwan kemudian melakukan uji coba simulasi pada tikus dengan paparan radiasi sama dengan yang dialami oleh para astronot ketika terbang meninggalkan bumi.

Setelah usia tikus mencapai enam bulan, atau setara dengan 20 tahun usia manusia, ternyata tikus percobaan tersebut menunjukkan kerusakan arteri yang sangat parah. Hal inilah yang memicu penyakit kardiovaskular pada manusia, hingga akhirnya menyebabkan kematian.

FYI, program luar angkasa Apollo digagas oleh Amerika Serikat. Di tahun 1968, Amerika Serikat telah melakukan sebanyak 11 penerbangan, dan 9 penerbangan di tahun 1972. Untuk pertama kalinya, di tahun 1969 sebuah pesawat ruang angkasa Apollo membuat pendaratan di bulan.

Tidak hanya Amerika Serikat saja, beberapa negara lainnya pun diketahui terus melakukan penelitian luar angkasa dan sudah mempertimbangkan untuk mendaratkan kapalnya di Bulan, sebut saja Rusia, Cina hingga Badan Antariksa Eropa. So, setelah tahu gangguan kesehatan yang mungkin dialami para astronot Anda masih berminat jadi Astronot?

Sumber :
http://bit.ly/2babf6L
http://bit.ly/2aLmpeq
http://bit.ly/2aQmBdJ

Bolehkah Salahkan Pekerjaan Jika Berat Badan Kita Naik?

Your Image alt

Karena alasan sibuk dan pekerjaan yang terus menumpuk, banya orang yang akhirnya mengabaikan aktifitas fisik dan salah satunya adalah rutin berolahraga. Bahkan tidak jarang karena dikejar setoran, kita akan begadang semalam suntuk untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas.

Kondisi inilah yang membuat anda yang sehari-hari beraktivitas di dunia kerja sangat rawan dengan kegemukan. Terlebih jika anda terbiasa bekerja dengan camilan, menghabiskan waktu makan di meja kerja, bekerja dengan risiko stres tinggi dan lainnya.

Kalau sudah begini, apakah kita harus menyalahkan pekerjaan ketika mengalami obesitas?

Sebaiknya jangan. Bagaimanapun juga, masalah olahraga, bukan tentang ada atau tidaknya waktu luang, tapi mau atau tidak anda meluangkan waktu tersebut. Pasalnya, anda sebenarnya masih bisa melakukan aktivitas fisik kapan saja dan dimana saja, walaupun sedang dikepung pekerjaan.

Sama halnya dengan stres, sebenarnya tidak ada pekerjaan yang benar-benar sulit jika anda sudah siap dengan segala risikonya. Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan sekelompok peneliti Eropa, menyatakan jika stres pekerjaan tidak ada hubungannya dengan kegemukan.

Kesimpulan ini didapatkan setelah tim peneliti menganalisis delapan studi yang melibatkan lebih dari 6000 karyawan yang stres di kantornya, kemudian membandingkan dengan berat badan mereka. Bahkan penelitian ini pun diterbitkan dalam jurnal International Journal of Obesity.

Masih dalam penelitian yang sama, seperti dilansir dalam Intisari Online, kelompok karyawan yang tidak mengalami kegemukan, merupakan karyawan yang sudah berpengalaman dan terbiasa dengan kondisi stres pekerjaan. Dengan kata lain, obesitas bisa terjadi sesuai dengan reaksi anda menanggapi stres pekerjaan.

Lantas, bagaimana solusi agar bisa anteng bekerja tanpa khawatir obesitas?

Hal pertama yang bisa anda lakukan adalah dengan memanfaatkan waktu sekecil mungkin untuk rutin berolahraga. Bahkan anda bisa sedikit mencurinya. Contoh, ketika pergi ke kantor, parkirkan kendaraan anda jauh dari tempat parkir, dan berjalanlah menuju kantor.

Selain itu, gunakan tangga untuk menuju kantor. Kalau tempat bekerja anda di lantai dasar, anda bisa mencuri waktu dengan berjalan ke pantry untuk sekedar mengambil air, lakukan peregangan di kursi kerja setiap 2 jam sekali, atau anda bisa mendatangi meja rekan kerja untuk berdiskusi, walaupun itu bawahan anda.

Mengenai stres, perlakukan pekerjaan sebagaimana mestinya. Anda boleh pusing dengan sejumlah target, tapi yakinlah kalau pekerjaan itu bisa diselesaikan dengan maksimal. Jangan banyak mengeluh tentang pekerjaan, dan yang paling penting, nikmati pekerjaan anda!

Dengan cara tersebut, fisik dan mental anda pun akan lebih kuat untuk menghadapinya. Selamat bekerja!

Sumber :
http://bit.ly/2aLKD8b
http://bit.ly/2aO6A66
http://bit.ly/2baO1KW

Kebiasaan Tunda Pekerjaan Bisa Berefek Pada Kesehatan

Karena beberapa alasan, bisa karena pekerjaan tersebut terbilang mudah atau karena ingin sedikit bermalas-malasan, banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk menunda pekerjaan, dan baru akan digarap setelah mendekati waktu deadline.

Dalam dunia profesional, jelas kebiasaan ini sangat buruk, bahkan bisa mengurangi kepercayaan client. Tapi selain itu, seperti dilansir dalam Men’s Health, ternyata kebiasaan menunda pekerjaan bisa menyebabkan gangguan kesehatan juga lho!

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Israel, dengan melibatkan sebanyak 600 orang karyawan aktif, menemukan fata jika terbiasa menunda pekerjaan, bisa menyebabkan insomsia atau masalah susah tidur. Bahkan risiko ini bisa melonjak hingga tiga kali lipat ketimbang orang yang tidak menunda pekerjaan.

Pasalnya, kebiasaan menunda pekerjaan berisiko membuat menumpuknya pekerjaan yang harus diseleaikan tepat waktu. Alhasil, anda pun nggak akan bisa tenang, bahkan terkadang anda akan dipaksa untuk melakukan kerja lembur demi mengejar deadline.

Menurut Illana Hairston, Ph.D, pakar kesehatan dari The Academic College of Tel Aviv, menyebutkan jika kebiasaan menunda pikiran berisiko membebani pikiran, hingga akhirnya stres. Apalagi kalau pekerjaan yang harus diselesaikan sudah mendekati waktu deadline.

Hal inilah yang akan membuat anda cenderung sulit tidur. Kalau kebiasaan ini dilakukan secara berulang, dapat dipastikan kesehatan anda yang akan dipertaruhkan.

Menurut Illana, dampak kurang tidur itu sangat berbahaya. Tidak hanya meningkatkan risiko stres, anda pun akan sulit untuk ber konsentrasi, mengalami perubahan mood yang buruk, hingga akhirnya menyebabkan munculnya berbagai penyakit, termasuk gangguan sistem metabolisme.

Efek lainnya, kurang tidur bisa menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh, dan berdampak epada kesehatan kulit yang tampak lebih tua dan kusam. Tentu saja ini belum termasuk penilaian merah dari atasan atau client yang kecewa karena hasil pekerjaan yang kurang maksimal.

Lantas, bagaimana agar kita tidak terbiasa menunda pekerjaan?

Salah satu yang paling mudah untuk menghilangkan kebiasaan ini adalah, ingat karier anda yang sedang dipertaruhkan. Karena pekerjaan yang kurang maksimal, anda terancam kehilangan kepercayaan dan bahkan diambang risiko pemecatan.

Secara teknis, anda bisa mulai memecahkan pekerjaan berdasarkan kategori tersulit, dan kerjakan pekerjaan yang mudah di sisa waktu. Selain itu, pertimbangkan juga waktu deadline. Usahakan untuk mengerjakan pekerjaan dari waktu deadline yang paling dekat.

Cara lainnya, anda bisa mulai melakukan blocking waktu. Misalnya, lakukan pekerjaan A dengan target selesai 2 jam, kemudian pekerjaan B selama 3 jam dan seterusnya, sesuai dengan tingkat kesulitan dan banyanya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Dengan menghilangkan kebiasaan buruk menunda pekerjaan, semoga karier anda akan lebih cemerlang. Selamat mencoba!

Sumber :

http://bit.ly/2bmATXK

http://bit.ly/2aPX60n

http://bit.ly/1MYnjiI

http://bit.ly/2aXDmpe

Banyak Minum Air Putih Bisa Mengeluarkan Racun Dalam Tubuh. Mitos atau Fakta?

Your Image alt

Selama ini banyak sekali mitos dan fakta yang berkembang mengenai air putih. Banyak memang yang benar, tapi sayangnya tidak sedikit juga yang hanya mitos belaka dan sebaiknya tidak langsung kita percayai begitu saja.

Banyak yang Belum Terbukti Secara Klinis

Dua peneliti yang bernama Stanley Goldfarb dan Dan Negoianu dari Pennsylvania University, Philadelphia, mengungkapkan bahwa dari sekian banyak informasi tentang keuntungan minum air putih tidak banyak bukti kuat yang mendukungnya.

Penelitian yang diterbitkan pada Journal of the American Society of Nephrology dan hasil dari penelitian ini mungkin akan mematahkan banyak mitos tentang air putih dan salah satunya adalah minum air putih bisa mengeluarkan racun dalam tubuh.

Menurut info di situs gayahidup.inilah.com, sampai saat ini tidak ada bukti klinis untuk mendukung pernyataan bahwa minum air putih bisa mengeluarkan racun dalam tubuh. Stanley Goldfarb mengungkapkan bahwa bukan seperti itu cara kerja organ ginjal.

Saat minum air putih banyak, maka volume urine akan meningkay tapi belum tentu bisa juga meningkatkan pengeluaran zat-zat yang merupakan bagian dari urine. Urea dan sodium mungkin akan keluar, tapi tak ada keuntungan klinis dari keluarnya urea dan sodium.

Mitos & Fakta Lain Seputar Air Putih

Selain pernyataan minum air putih bisa mengeluarkan racun dalam tubuh, ada cukup banyak mitos dan fakta lain seputar air putih dan berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Minum air putih 8 gelas per hari bisa mencegah dehidrasi

Pernyataan yang sering dilontarkan oleh banyak sekali produsen air minum kemasan ini sepertinya kurang tepat, tapi sayangnya banyak sekali orang yang mempercayainya. Tubuh memang butuh air yang cukup tiap hari tapi menurut British Dietetic Association sebagian besar manusia butuh 6-8 gelas cairan tiap hari. Ingat yang dibutuhkan itu cairan dan yang namanya cairan bukan air putih saja.

Selain air putih, cairan juga bisa kita dapat dari makanan yang kita konsumsi, seperti buah dan sayur yang mengandung cairan. Ada juga minuman lain yang bisa memenuhi kebutuhan cairan kita sehari-hari seperti susu atau teh

  1. Minum air putih bisa memperbaiki kulit

Sampai saat ini tidak ada data ilmiah tentang ini walaupun memang sudah ada bukti dehidrasi mempengaruhi kesehatan kulit. Hal ini harus diketahui secara luas karena Dr Goldfarb sudah menemukan sebuah kasus seorang wanita mengalami pembengkakan kelenjar otak lalu meninggal ketika ia mengosumsi air terus menerus dalam waktu yang sangat singkat karena akan suatu kontes kecantikan.

  1. Minum air putih bisa menurunkan berat badan

Minum air putih yang bebas gula dan kalori memang cara yang lebih baik untuk mendapat cairan harian ketimbang mengonsumsi minuman manis dan tinggi kalori. Beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa minum setenag liter air sebelum makan bisa membuat kita makan lebih sedikit. Tapi kuncinya sebenarnya pada makan dalam konsumsi yang lebih sedikit dan bukan karena air putih mampu mengurangi timbunan lemak di dalam tubuh.

Sumber:

http://bit.ly/2zhyrfu

http://bit.ly/2j3UbEM

http://bit.ly/2y76GCs

http://bit.ly/2y6hb8O