Stres di Kantor Bisa Sebabkan Gangguan-Gangguan Kesehatan Ini

Your Image alt

Stres memang kondisi emosional, tapi ternyata stres juga bisa berpengaruh pada kesehatan tubuh kita. Cukup banyak penyakit yang disebabkan oleh stres. Apa saja gangguan kesehatan akibat stres yang berkepanjangan? Berikut adalah beberapa di antaranya.

Sakit Kepala Berulang

Kalau sebelumnya kamu jarang sakit kepala tapi belakangan kepala sering terasa berat dan nyeri mungkin saja rasa yang tidak nyaman itu disebabkan oleh stres. Hormon stres bisa membuat saraf dan pembuluh darah otak berubah dan hal ini bisa picu rasa sakit kepala. Saat stres, otot tubuh juga bisa jadi lebih tegang dan hal ini juga bisa picu rasa sakit kepala.

Masalah Pencernaan

Stres juga bisa membuat fungsi saluran cerna tubuh kita terganggu. Stres membuat tubuh memproduksi lebih banyak asam lambung yang bisa mengakibatkan rasa panas di dada atau dikenal juga dengan heart burn.

Menurut dokter penyakit dalam dari Mayo Clinic, Deborah Rhodes, rasa panas di dada ini juga bisa disebabkan oleh proses pengosongan makanan pada lambung yang melambat sehingga terjadilah kembung atau meningkatnya kontraksi usus besar yang bisa mengakibatkan diare.

Lebih Mudah Terkena Flu

Stres bisa menurunkan sistem imun sehingga bisa menyebabkan kita menjadi gampang terkena penyakit seperti flu. Sebuah penelitian yang infonya didapat dari laman situs health.kompas.com menunjukkan bahwa mereka yang stres bisa dua kali lebih besar kemungkinannya mengalami flu kalau dibandingkan dengan mereka yang tidak terkena stres.

Berat Badan Fluktuasi (Naik Turun)

Menurut seorang dokter umum, Shanna Levine, stres akan memicu lepasnya hormon kortisol yang bisa mengganggu kemampuan tubuh dalam memproduksi gula darah dan merubah cara metabolisme protein, lemak dan karbohidrat yang bisa mengakibatkan berat tubuh naik atau turun.

Stres juga bisa membuat kita menjalani pola makan yang kurang sehat, seperti terlalu banyak atau bisa juga malah kehilangan nafsu makan.

Gatal dan Muncul Ruam Merah Pada Kulit

Kulit mendadak dipenuhi oleh ruam merah dan rasa gatal? Penyebabnya tidak selalu alergi karena stres juga bisa menjadi salah satu faktor pemicunya. Saat stres yang berlebihan sistem imun tubuh bisa tergangggu dan di saat itulah tubuh akan mulai melepas histamin.

Saat stres tidak juga mereda, kita bisa mengalami reaksi alergi dengan gejala yang biasanya kita rasakan pada kulit. Ketika daya tahan tubuh melemah karena stres, kulit jadi mudah sekali terkena iritasi oleh hal yang sebelumnya tidak membuat sensitif, seperti udara panas/dingin, sabun, deterjen atau lotion.

Melihat dampak negatif dari stres di atas yang bisa mengganggu kesehatan kita mulailah dari sekarang berusaha menyingkirkan stres, baik itu karena pekerjaan atau sebab lainnya. Jalani hidup dengan selalu berpikir positif dan menjalani gaya hidup sehat adalah cara paling efektif untuk mencegah stres.

Sumber:
http://bit.ly/2haSYYT
http://bit.ly/2i5ezS0
http://bit.ly/2xnLZla
http://bit.ly/22v18uB

Kerja Terlalu Lama Duduk Bahayakan Jantung

Your Image alt

Duduk didepan layar komputer merupakan aktivitas harian yang sulit dihindarkan. Bagaimana tidak, tuntutan pekerjaan akan menuntut anda untuk tetap fokus dan tidak beranjak dari tempat duduk. Minimalnya, anda harus duduk di depan komputer salam 8 Jam sehari.

Sepintas memang terlihat nyaman karena anda tidak perlu berjuang berjibaku dengan keringat dan debu untuk mendapatkan uang. Tapi dibalik itu, ternyata ada ancaman bahaya yang siap menerkam. Yup, dia adalah penyakit jantung. Penyakit khas orang kantoran!

Kenapa bisa seperti itu?

Seperti dilansir dalam Fox News, terlalu lama duduk dapat memicu pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan kalsium. Jika terus dibiarkan, lama kelamaan pembuluh darah tersebut akan tersumbat. Hal inilah yang menyebabkan anda berisiko lebih besar terserang penyakit jantung atau stroke.

Dalam sebuah penelitian, diterangkan jika tambahan setiap satu jam waktu duduk, berkaitan erat dengan peningkatan penumpukan kalsium di pembuluh darah koroner hingga 12 persen. Nah, penumpukan kalsium inilah yang menjadi gejala awal terjadinya penyakit jantung.

Penelitian yang melibatkan sebanyak lebih dari 2000 orang dengan usia rata- di atas 50 tahun. Selain itu, para peserta pun diukur aktivitas fisiknya dengan menggunakan alat pelacak khusus, dan tingkat kalsium dalam jantung mereka pun dipindai secara berkala.

Hasilnya, para peserta penelitian yang paling sedikit bergerak dan cenderung berusia lebih tua, lebih berisiko menderita penyakit diabetes, hipertensi dan cenderung mengalami kegemukan. Selain itu, mereka pun cenderung terserang penyakit jantung koroner.

Dalam pembahasan lainnya terkait bahaya duduk terlalu lama, Andrea Lacroix, PhD, selaku direktur Women Health Center of Excellence di Universitas California, menyatakan jika duduk terlalu lama berkaitan erat dengan masalah kardiovaskular.

Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Preventive Medicine, menyatakan jika wanita yang berusia lanjut, dan hanya melakukan aktivitas duduk selama 11 Jam per hari, memiliki kecenderungan meninggal dunia dalam waktu sekitar 12 tahun.

Lantas, bagaimana agar kita tidak tergoda untuk duduk dalam waktu yang lama?

Menghindari aktivitas duduk memang sulit dilakukan, terutama untuk mereka yang sehari-hari bekerja di kantoran atau mereka yang berusia lanjut. Walaupun begitu, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi frekuensi duduk kita, yakni :

  • Mencuri-curi waktu dengan mengambil air atau melakukan peregangan di sela jam kerja
  • Membatasi penggunaan gadget, terutama untuk anda yang hobi bermain games dan berselancar di dunia maya.
  • Menyadari bahaya duduk, dan fokus kepada peningkatan kualitas hidup.
  • Rutin berolahraga, minimal 30 menit per hari.

Dengan pembahasan diatas, semoga anda bisa segera menyadari potensi bahaya dari terlalu banyak duduk. Selamat mencoba!

Sumber :
http://bit.ly/2ykyiI6
http://bit.ly/2g61kQX
http://bit.ly/2hLmDLm

Konsumsi Camilan Sehat Ini Saat Bekerja di Kantor

Banyak yang mengaitkan kebiasaan ngemil dengan kegemukan. Bahkan ketika menjalankan program diet, menjauhi makanan ringan merupakan salah satu syarat sukses dalam diet. Tapi ingat, nggak selamanya mengonsumsi camilan itu berkaitan dengan kegemukan lho!

Buktinya, banyak pakar kesehatan yang justru merekomendasikan anda untuk mengonsumsi camilan sehat ketika bekerja di kantor. Selain untuk menjaga pikiran tetap fokus, camilan pun efektif untuk menunda lapar, dan mencegah anda makan berlebih di jam makan siang.

Seperti disebutkan diatas. Camilannya harus masuk dalam daftar camilan sehat, Ok! Berikut merupakan daftar camilan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi para pekerja kantoran.

String cheese

String cheese merupakan keju organik yang menawarkan kandungan protein yang cukup tinggi. Tidak hanya itu, keju lezat ini pun mengandung sedikit lemak dan hanya memiliki 80 kalori untuk tubuh. Jadi aman dikonsumsi dan nggak akan bikin tubuh kegemukan.

Telur rebus

Selain mudah disajikan, telur rebus pun merupakan menu terbaik untuk menjaga perut tetap kenyang, dan otak tetap tajam. Dalam satu butir telur rebus berukuran sedang, terkandung sekitar 70 kalori, lengkap dengan kandungan nutrisi lainnya, termasuk protein, dan omega 3.

Apel dengan selai kacang

Selain akan memanjakan lidah anda, perpaduan antara apel dan selai kacang memberikan sejumlah manfaat yang nggak disangka-sangka, salah satunya mampu menjaga bobot tubuh tetap ideal. Didalamnya, terkandung serat, lemak sehat, protein, vitamin dan berbagai nutrisi penting lainnya.

Kacang almond

Sering disebut sebagai rajanya kacang, dalam satu ons kacang almond, terkandung 184 kalori. Tidak hanya itu, kacang almond pun mengandung asam lemak omega 9, protein, vitamin dan sejumlah mineral penting lainnya. Cukup lezat untuk jadi camilan dikala mengejar deadline.

Ubi panggang dan tuna

Ini beneran lho! cara penyajiannya cukup sederhana, pertama panggang ubi, kemudian lumuri dengan ikan tuna. Agar lebih praktis, anda bisa menggunakan ikan tuna dalam kemasan. Selain mendatangkan rasa gurih yang khas, camilan ini pun efektif untuk menyenangkan perut, tanpa harus takut menjadi gemuk.

Alpukat

Dalam setiap menu diet, alpukat selalu dimasukkan dalam daftar camilan sehat. Pasalnya, buah yang berdaging lembut ini memiliki serat yang sangat tinggi, lemak baik, dan berbagai nutrisi penting lainnya. Dengan konsumsi alpukat, anda akan merasa kenyang lebih lama.

Nah, itulah beberapa makanan yang recommended banget untuk disajikan sambil bekerja. Kalau anda bagaimana? Camilan apa sih yang biasanya setia menemani anda di meja kerja?

Sumber:
http://bit.ly/2as9NLJ
http://bit.ly/2aoq2ID
http://bit.ly/2aJtxLH

Jangan Lupa Minum Saat Bekerja di Ruangan Ber-AC

Bukan perkara haus atau dehidrasi saja, mencukupi kebutuhan minum pun berhubungan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Fungsi air sendiri sama seperti oli dalam kendaraan, dimana dia akan jadi pelumas sekaligus penyeimbang suhu dalam tubuh.

Tapi bagaimana kalau kita bekerja di ruangan ber-AC. Bukankah suhu ruangan sudah dingin?

Inilah kenyataan yang sering terjadi dikalangan kaum kantoran. Entah karena pekerjaan yang terlalu menumpuk, atau karena tidak merasa haus, mereka cenderung malas untuk beranjak dari tempat duduk hanya untuk mengambil segelas air.

Padahal bekerja di ruangan ber-AC yang udaranya sejuk saja, tubuh kita tetap mengeluarkan cairan, baik itu lewat urine atau bisa lewat nafas. Selain itu, kondisi ruangan yang cenderung dingin pun akan menyebabkan kulit anda lebih cepat kering dan kusam.

Disinilah anda benar-benar membutuhkan air putih, dimana air akan membantu suhu tubuh tetap stabil, dan kebutuhan cairan harian tubuh pun akan terpenuhi. Degan demikian, anda akan terhindar dari masalah kesehatan yang disebabkan karena kekurangan cairan.

Maya Setyawati, dokter spesialis okupasi, menyatakan jika pekerja kantoran masih menerapkan pola akan minum kalau haus, maka siap-siap saja anda akan mengalami dehidrasi, atau yang lebih parahnya lagi kerusakan organ karena kekurangan cairan.

Pasalnya, minum air putih itu bukan perkara haus atau tidak, tapi merupakan kebutuhan. jadi haus ataupun tidak, anda tetap butuh air putih. Bagi pekerja kantoran yang beraktivitas diruangan ber-AC, sebaiknya konsumsi air putih sebanyak 2.5 Liter per hari.

Perinciannya, 2 liter bisa anda dapatkan dari konsumsi air putih, sedangkan sisanya bisa anda penuhi dari sumber makanan yang kaya akan air, seperti buah-buahan, sup, atau makanan lainnya yang mengandung cairan.

Selain memperhatikan jumlahnya, dokter Maya pun menyarankan anda agar mendistribusikan kebutuhan cairan tersebut secara merata. Misalnya, jika anda beraktivitas selama 16 Jam per hari, maka konsumsi air putih minimalnya satu gelas per dua jam, atau setengah gelas per satu jam.

Dengan terpenuhinya pasokan cairan tubuh, selain anda akan terhindar dari dehidrasi dan risiko kerusakan organ,menjaga berat badan agar tetap seimbang, mengurangi keinginan untuk menyantap camilan, sekaligus efektif menjaga anda tetap fokus.

Bagaimana agar tidak lupa minum saat bekerja?

Cukup mudah, kalau ruangan kerja anda hanya menyediakan air di pantry saja, anda bisa membawa gelas sendiri yang berukuran besar. Kemudian letakkan gelas itu di depan meja kerja supaya bisa terus ingat untuk minum. Itu pun kalau peraturan kantor memperbolehkannya.

Kalau tidak, mau tidak mau anda harus terus ingat kapan waktunya minum. Kalau perlu, gunakan alarm agar waktu minum tidak terlewat.

Sumber:
http://bit.ly/2xP88d5
http://bit.ly/2xbyGIK
http://bit.ly/2kio8Bl

Usir Stres Pekerjaan dengan Garam Merah Muda Himalaya

Stress merupakan salah satu masalah kaum urban yang belakangan ini makin menunjukan kemampuan merusaknya. Karena stress, seseorang jadi sulit berkonsentrasi, tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak, dan tentu saja hubungan dengan orang terdekat pun akan jadi renggang.

Yang paling parah, stress pun terkait dengan beberapa masalah kesehatan, seperti jantung, stroke, hipertensi dan lainnya. Bahkan dalam beberapa kondisi, penderita stress bisa berakhir dengan kematian karena bunuh diri. Nah, Lho! terus, bagaimana cara mengatasinya?

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menangkal stress. Seperti dilansir dalam daily mail, selain mengonsumsi sprulina atau ganggang hijau yang efektif untuk menyeimbangkan pH, stress pun bisa ditanggal dengan menggunakan garam merah jambu himalaya.

Kenapa garam merah mudah himalaya?

Sederhana saja, tubuh kita menggunakan garam khusus untuk mempertahankan beberapa fungsi esensial, dimana didalamnya termasuk berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dan sinyal saraf. Tapi ingat, terlalu banyak mengonsumsi garam juga bisa berbahaya bagi kesehatan lho!

Hal inilah yang membuat para ahli mendorong penggunaan garam merah muda himalaya, menggantikan garam meja standar anda. Garam yang satu ini bentuknya lebih halus, mengandung banyak natrium klorida dan beberapa mineral penting lainnya.

Nah, kandungan mineral dalam garam ini pun efektif untuk membantu memaksimalkan fungsi tubuh, termasuk mengaktifkan adrenal, menjaga kekuatan tulang, hingga menghilangkan stress. Selain itu, garam himalaya pun mampu memberikan reaksi kimia yang baik bagi proses pencernaan makanan.

Fungsi lainnya, garam himalaya efektif untuk melancarkan aliran darah, sekaligus berguna untuk merangsang kelenjar agar mengeluarkan hormon, mineral, asid amino, dan vitamin bagi organ tubuh. Dan yang paling penting, garam ini tidak mengandung sodium pasif yang menyebabkan tekanan darah naik.

Menurut Susan Hartono, seorang ahli gizi di Self Awareness Network, menyatakan jika garam merah muda himalaya merupakan pilihan terbaik ketimbang garam meja halus yang beredar di pasaran, terutama karena kandungan mineralnya yang lebih utuh.

Apa sih garam himalaya itu?

FYI aja, garam merah muda Himalaya merupakan garam yang ditemukan di sebuah bukit di Punjab, Pakistan. Garam ini pertama kali ditemukan oleh Aleksander The Great. Bahkan ketika itu, banyak saudagar kaya yang akhirnya rela menukarkan sejumlah garam ini dengan emas.

Semenjak saat itu, ekspedisi garam himalaya terus berlanjut. Bahkan konon katanya, lebih dari 4 juta ton garam merah muda himalaya, ditambang dari Provinsi Punjab, kemudian disebarkan ke seluruh dunia. Well, pernah merasakan bagaimana rasa garam merah muda himalaya ini?

Sumber:
http://bit.ly/2ahIlxf
http://bit.ly/2aw75CA
http://bit.ly/2aqPHV2
http://bit.ly/2ykNOU9

Lembur Plus Kurang Tidur Bisa Membuat Tubuh Rentan Terserang Batuk Pilek

Your Image alt

Sering lembur plus kurang tidur di malam hari karena pekerjaan menumpuk di kantor? Sebaiknya kurangi lembur mulai dari sekarang karena ternyata kebiasaan buruk ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan dan salah satunya mudah terserang batuk pilek.

Kenapa Lebih Mudah Terserang Batuk Pilek?

Tubuh yang dipaksa terjaga sampai larut malam bisa membuat tubuh menghancurkan leukosit (sel-sel darah putih) yang fungsi utamanya sebagai sistem kekebalan tubuh. Kalau leukosit berkurang maka sudah bisa dipastikan tubuh akan semakin rentan terhadap gejala penyakit dan juga infeksi.

Sebuah survei berjudul Survei Kesehatan Nasional dan Gizi yang infonya didapat dari laman situs health.kompas.com menemukan 19% responden yang tidur 5 jam atau kurang, lebih sering merasakan sakit kepala atau batuk, kalau dibandingkan mereka yang tidur 6 jam atau lebih.

Penelitian yang diadakan pada tahun 2005 dan 2012 ini melibatkan lebih dari 22.000 responden yang melaporkan tentang banyak jam tidur pada waktu hari kerja, apakah mereka punya riwayat gangguan tidur dan apakah mereka punya kesulitan untuk tidur.

Selain Batuk Pilek, Terlalu Sering Lembur Bisa Menyebabkan Masalah Kesehatan Ini

Kemampuan Daya Ingat Menurun

Sering tidur terlalu malam bisa membuat kemampuan daya ingat kita menurun. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika dan Perancis di tahun 2009 yang infonya didapat dari situs nationalgeographic.co.id, dengan waktu tidur yang cukup, organ otak akan menstimulasi reaksi yang bernama sharp wave ripple (riak gelombang tajam).

Reaksi yang berperan dalam proses penguatan ingatan (memori) ini akan mengirim data atau info yang tersimpan di bagian otak hippokampus ke neokorteks, bagian di mana ingatan jangka panjang tersimpan.

Karena itulah bisa disimpulkan jika waktu tidur berkurang maka akan semakin berkuranglah ingatan yang tersimpan di otak kita.

Berat Badan Bertambah

Bertambahnya berat badan menurut info di situs nationalgeographic.co.id berbanding lurus dengan waktu tidur yang kurang, Mereka yang kurang waktu tidur (kurang dari 6 jam) metabolisme lemak di dalam tubuhnya akan terganggu dan hal inilah yang bisa menyebabkan berat badan bertambah.

Berisiko Terkena Diabetes

Tidur terlalu malam akibat lembur bekerja di kantor bisa merusak hormon di dalam tubuh kita. Saat hormon tubuh rusak, insulin yang diproduksi juga bisa menurun (berkurang). Kurangnya produksi insulin dalam tubuh akan membuat tubuh kita rentan terhadap glukosa. Glukosa inilah salah satu penyebab utama munculnya penyakit diabetes.

Berisiko Terkena Sakit Jantung dan Stroke

Kurang tidur yang terus menerus karena lembur di kantor dalam jangka waktu yang lama bisa menjadi penyebab terjadinya gangguan fungsi organ jantung, stroke dan tekanan darah tinggi.

Bagaimana, tidak mau kan terkena gangguan kesehatan di atas? Mulailah dari sekarang bekerja lebih efektif agar pekerjaan di kantor bisa dikerjakan lebih cepat dan tidak perlu lagi menambah jam kerja atau lembur.

Sumber:
http://bit.ly/2izyeNE
http://bit.ly/2zRnQVN
http://bit.ly/2yLdKIn
http://bit.ly/2yQvf9S

Waspada, Alzheimer Bisa Menyerang Mereka yang Masih Berusia 20 Tahun-an

Your Image alt

Alzheimer merupakan salah satu bentuk umum dari demensia atau kepikunan. Dengan melihat profilenya saja, banyak yang kemudian menyimpulkan jika penyakit ini hanya akan menyerang mereka yang sudah lanjut usia, dan nggak mungkin menyerang kita yang masih muda.

Apakah benar?

Tentu saja anggapan ini kurang tepat. Dilansir dalam BBC, Alzheimer merupakan sebuah kondisi dimana sel-sel otak mengalami kematian. Hal inilah yang membuat penderita alzheimer akan bertindak aneh sebagai imbas dari penurunan fungsi kognitif dan respons pengambulan keputusan.

Penderitanya memang kebanyakan berusia tua, bisa mulai dari usia 60 tahun, atau bahkan lebih tua dari itu. Tapi percayalah, kamu yang berusia muda pun masih mungkin terkena penyakit alzheimer, bahkan buat kamu yang saat ini masih berusia 20 tahunan.

Biasanya, penyakit ini ditandai dengan adanya kesulitan untuk mengingat kejadian-kejadian yang baru saja terjadi, sering merasa lupa saat menyimpan barang, kemampuan analisa mengenali warna dan bentuk menjadi berkurang drastis, hingga kesulitan dalam membuat keputusan.

Tidak hanya itu, terkadang penderita alzheimer pun akan sering curiga kepada seseorang tanpa alasan yang jelas, sulit untuk membayar apa yang dibelinya, hingga kerap berpakaian yang tidak sesuai dress code atau berpakaian tidak sesuai dengan tempat dan acara yang akan dihadiri.

Walaupun begitu, semua gejala ini belum tentu bisa dikatakan kamu terkena alzheimer. Pasalnya, untuk memberikan vonis terkena alzheimer atau tidak, dokter spesialis saraf biasanya akan melakukan rangkaian pemeriksaan dengan sangat teliti.

Maka dari itu, nggak peduli berapa usiamu sekarang, kalau saat ini ternyata kamu bertingkah layaknya seorang penderita alzheimer, sebaiknya segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Nah, untuk mengurangi risiko serangan alzheimer, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat merupakan kunci utamanya. Dalam hal ini, kamu diwajibkan untuk mengonsumsi makanan sehat yang kaya serat, dan beberapa nutrisi penting lainnya untuk melindungi fungsi otak.

Selain itu, konsumsi suplemen kesehatan pun sangat dibutuhkan untuk menurunkan risiko terkena berbagai penyakit. Satu suplemen makanan terbaik untuk memelihara kesehatan tubuh adalah Brands saripati ayam. Terbuat dari saripati ayam berkualitas, suplemen ini mengandung asam amino dan peptida-peptida yang mudah dicerna sehingga bisa membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sumber:

http://bit.ly/2l6mJwY

http://bbc.in/2kBCIj8

http://bit.ly/2kYFr7h

http://bit.ly/1QQNRWB

 

 

Walaupun Sering Olahraga, Banyak Duduk Bisa Bikin Pria Gemuk

Your Image alt

Saat tubuh sudah terasa kegemukan, biasanya orang akan mencoba menurunkan berat badan dengan cara mengubah pola makan dan berolahraga. Tapi sayang, terkadang ada pria yang masih saja tetap gemuk, walaupun sudah rutin berolahraga. Well, kira-kira kenapa ya?

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention, menjelaskan jika pria yang kebanyakan duduk, akan memiliki risiko lebih besar mengalami kegemukan, ketimbang mereka yang rutin bergerak dan melakukan aktivitas fisik.

Hasil penelitian ini didapat setelah tim peneliti mengamati sebanyak lebih dari 4400 pria dan 1800 wanita yang berusia 20 s/d 79 tahun. Selain itu, para relawan pun tercatat lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk, baik ketika mereka berada di kantor, atau selama mereka berada di rumah.

Dilansir dalam Washington Post, Carolyn E Barlow, ketua tim peneliti, menyebutkan sekitar 13 persen pria yang setiap harinya menghabiskan waktu untuk duduk, ternyata mengalami kegemukan. Bahkan saat mereka sudah rajib berolahraga sesuai anjuran, 30 menit per hari.

Menariknya, olahraga yang dilakukan kebanyakan pria adalah lari dan aktivitas fisik lainnya, seperti angkat beban, berlatih beladiri dan lainnya. sayang, seluruh aktivitas tersebut tidak lantas membuat mereka mampu menurunkan berat badan.

Lebih dari itu, Barlow menjelaskan jika para peneliti pun mengamati jika mereka masih rutin menjalankan program diet sehat, seperti mengonsumsi makanan kaya akan serat, dan makanan lainnya sesuai panduan diet. Dan hasilnya, tetap saja mereka kegemukan.

Alhasil Barlow pun menyimpulkan jika diet sehat dan olahraga rutin, tidak akan efektif untuk menurunkan berat badan, selama mereka masih tetap banyak duduk sepanjang harinya.

Hasil penelitian ini ternyata senada dengan hasil penelitian yang dilakukan University Health Network, Toronto, yang menerangkan jika risiko obesitas tetap mengintai pria yang banyak dudu, walaupun mereka sudah diet dan rutin melakukan olahraga.

Terus gimana dong solusinya?

Barlow menyebutka jika solusi terbaik adalah tetap menjalankan diet sehat dan rutin berolahraga, tapi dengan tambahan mengubah kebiasaan harian dengan tidak terlalu sering duduk. Untuk para pekerja, standing desk merupakan solusi terbaik. Kalau tidak menyediakan standing desk, sebaiknya lakukan peregangan dan berjalanlah setiap 1-2 jam sekali. Hal ini dilakukan untuk mengrangi risiko kegemukan.

Untuk program diet sehat, pastikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari bernutrisi dan bisa menunjang program diet yang sedang dijalani. Agar lebih maksimal, selain makanan sehat, tambahkan suplemen kesehatan bernama Brands saripati ayam dalam menu sehari-hari. Suplemen kesehatan yang berbahan alami saripati ayam berkualitas ini mampu memelihara kesehatan tubuh kita sehingga tidak mudah sakit.

Selamat mencoba!

Sumber :

http://bit.ly/2ltpaXs

http://bit.ly/RDlfay

http://bit.ly/2m0Xw74

http://bit.ly/2m1e5Qy

Ini Efek Buruk Penerbangan Panjang Bagi Kesehatan!

Your Image alt

Saat ini naik pesawat terbang bukanlah perkara yang mahal. Masyarakat menengah ke bawah pun kini sudah bisa menikmati nyamannya terbang dengan diskon yang ditebar maskapai penerbangan, dari mulai harga ratusan ribu hingga jutaan.

Sayang, menurut direktur sumber daya keperawatan di PassportHealth, Victoria Sowards, menyebutkan jika penerbangan kerap menimbulkan masalah pada kesehatan. Uniknya, masalah ini bukan terletak pada terlalu seringnya terbang, melainkan dari panjangnya penerbangan tersebut.

Lebih lanjut lagi, perwakilan dari klinik wisata nasional di Amerika tersebut menyebut jika penerbangan yang memakan waktu lama, ternyata memiliki risiko yang lumayan banyak. Selain masalah jet lag, terkadang masalah kesehatan seperti deep-vein thrombosis atau pembekuan darah di kaki pun kerap menyerang.

Kondisi ini umunya disebabkan karena terlalu lama duduk dan kurang bergerak selama penerbangan. Kondisi deep-vein thrombosis ini umunya menyernag mereka yang sudah berusia lanjut. Walaupun begitu, kondisi ini bisa juga menimpa populasi muda.

Baca juga: Cara Ampuh Atasi Jet Lag Saat Travelling

Tidak hanya itu, menurut Victoria, deep-vein thrombosis pun bisa menimpa mereka yang melakukan perjalanan panjang dengan bis atau mobil pribadi. Intinya, deep-vein thrombosis ini disebabkan karena tubuh terlalu banyak duduk sehingga darah tidak mengalir dengan semestinya.

Walaupun begitu, Victoria menyebut jika kondisi ini memang lebih rentan terjadi pada mereka yang melakukan perjalanan penerbangan. Selain perjalanan panjang dengan posisi tubuh yang pasif, kondisi ini pun disebabkan karena tekanan udara di ketinggian yang menyebabkan hal ini terjadi.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

Saat harus melakukan perjalanan lintas negara, atau bahkan lintas benua, penerbangan panjang memang sulit dihindari. Tapi jangan khawatir, seperti dilansir dalam Shape, deep-vein thrombosis bisa diatasi dengan cara mengubah perilaku selama dalam perjalanan.

Caranya, usahakan untuk tetap aktif dengan sesekali mengubah posisi duduk. Kalau tidak memungkinkan, cobalah untuk berjalan-jalan di dalam pesawat ketika melakukan penerbangan jarak jauh. Jangan lupa untuk melakukan peregangan sesering mungkin.

Kalau kamu punya riwayat penggumpalan darah atau penyakit kelainan darah lainnya, sebaiknya sering-seringlah berkonsultasilah dengan dokter sebelum melakukan perjalanan. Terkadang, mengonsumsi beberapa butir aspirin sebelum terbang, sangat dibutuhkan.

Sementara itu, kalau untuk membantu mengatasi masalah jet lag, kamu bisa mengonsumsi suplemen kesehatan melatonin yang berfungsi untuk membantu kamu tidur di tempat yang berbeda zona waktu. Selain itu, sangat disarankan untuk juga mengonsumsi suplemen makanan yang bisa membantu memelihara kesehatan tubuh, Brands saripati ayam. Ingat, kondisi tubuh yang prima sangat dibutuhkan agar jet lag tidak menyebabkan tubuh kita jatuh sakit.

Selamat mencoba!

Sumber:

http://bit.ly/2laEVoP

http://bit.ly/2kJQ27C

http://bit.ly/2kZ3TVU

http://bit.ly/2laG3Ja

 

Ini Alasan Kamu Wajib Hentikan Kebiasaan Makan Siang di Meja Kerja!

Your Image alt

Sebuah survey yang dilakukan oleh Right Management di tahun 2012 silam, hanya sekitar 20 persen saja dari pekerja yang benar-benar menjauh dari meja kerja saat jam makan siang berlangsung. Sementara dari jumlah tersebut, sekitar 41 persen orang melaporkan jika mereka mengalami peningkatan bobot tubuh.

Selihat fenomena kegemukan yang menjadi perhatian utama, dilansir dalam Shape, berikut merupakan alasan kenapa kamu harus segera menghentikan kebiasaan makan siang di meja kerja, atau yang lazim disebut dengan istilah Al Desko.

Meja kerja berantakan

Coba bayangkan saja saat meja kerja dipakai sebagai tempat makan. Mau tidak mau kamu harus menyingkirkan dulu beberapa dokumen, keyboard dan beberapa perlengkapan lainnya di meja kerja. Alhasil, meja kerja pun akan terlihat berantakan.

Padahal, menurut beberapa penelitian, meja kerja yang berantakan akan menurunkan konsentrasi, produktifitas kerja terganggu, meningkatkan stres dan beberapa kerugian lainnya.

Pola makan berantakan

Menurut penelitian yang juga diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, menyebut jika kebiasaan makan siang di meja kerja bisa menyebabkan pola makan berantakan. Bahkan kamu akan tergoda menyantap camilan tinggi kalori, sebelum dan sesudah makan siang.

Fenomena makan berlebihan ini umumnya disebabkan karena kamu nggak fokus dengan makanan, hingga akhirnya nafsu makan pun sulit dikendalikan. Karena itulah hentikan segera kebiasaan makan siang di meja kerja dan jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makanan sehat untuk makan siang.

Agar nutrisi yang didapat oleh tubuh kita lebih maksimal, tambahkan suplemen makanan terbaik Brands saripati ayam yang terbuat dari saripati ayam berkualitas tinggi. Suplemen kesehatan untuk memelihara kesehatan tubuh ini mengandung asam amino dan peptida-peptida yang mudah dicerna.

Lebih banyak duduk

Seperti kita ketahui, terlalu banyak duduk bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, sernagan jantung, sakit punggung dan beberapa masalah lainnya. Saat kamu terbiasa makan di meja kerja, tentu saja waktu yang dihabiskan untuk duduk pun akan lebih lama.

Hal ini berbeda dengan mereka yang terbiasa makan di kantin, dimana mereka akan berjalan kaki terlebih dahulu, sebelum akhirnya menyantap makanan, dan kembali ke meja kerja dengan berjalan kaki.

Kurang produktif.

Alih-alih mampu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, justru kebiasaan makan di atas meja kerja akan membuat kamu sulit berkonsentrasi dan hasil pekerjaan pun kurang maksimal. Tidak hanya itu, kebiasaan aldesko pun akan membuatmu selalu berada di posisi rawan stres.

Bagaimanapun juga, banyak penelitian yang menyebut jika otak butuh istirahat, walaupun hanya pengalihan sejenak. Inilah pentingnya kenapa kamu harus mengambil jam istirahat makan siang.

Sumber :

http://bit.ly/2nCAWlS

http://bit.ly/2nCGWek

http://bit.ly/2nm0gd0